Sabtu, 20 Oktober 2012
Resep cara membuat rainbow cake bolu kukus pelangi cantik warna-warni
Resep cara membuat rainbow cake bolu kukus pelangi cantik warna-warni adalah artikel yang saya posting pada kesempatan kali ini dan memang masih seputar kuliner yang biasanya kerap diminati terutama pada saat-saat menjelang hari-hari besar seperti pada Hari Raya Idul Fitri.
Artikel ini bisa dikatakan menjadi pelengkap dari artikel sebelumnya yang masih membahas seputar kuliner Lebaran dengan topik pembahasan mengenai Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa. Alasan mengapa saya memilih judul seperti itu tak lain karena memang sajian-sajian tersebut sangat khas bermunculan seperti pada Hari Lebaran.
Nah, sebelum anda mencoba Resep cara membuat rainbow cake bolu kukus pelangi cantik warna-warni ini, mungkin anda ingin menambah referensi anda dengan membaca Resep kue Lebaran cantik praktis simpel dan mudah terlebih dahulu. Artikel Resep kue Lebaran cantik praktis dan simpel merupakan sebuah artikel yang menyajikan resep kue-kue kering Lebaran yang langsung bisa anda coba dirumah.
Berbeda dengan kue-kue kering Lebaran, kue rainbow cake atau bolu kukus pelangi yang memang jenis kue basah yang tidak dapat bertahan lama. Meskipun begitu, penampilan dari kue rainbow ini sangatlah cantik dan sangat menggoda selera makan anda. Penganan bernama rainbow cake atau bolu kukus pelangi warna-warni merupakan salah satu kue basah yang saat ini paling digemari masyarakat. Harganya pun terbilang cukup mahal, yakni berkisar antara 25-50ribu / potong tergantung dari rasa dan warnanya. Nah, daripada anda terus-terusan membeli, kenapa tidak membuatnya sendiri saja?. Apa sajakah bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat rainbow cake dan bagaimana pula cara membuatnya?. Artikel ini akan mengulas proses pembuatan rainbow cake secara lengkap. Dan inilah Resep cara membuat rainbow cake:
Rainbow Cake / Bolu Kukus Pelangi - spektrumdunia.blogspot.com
Bahan-bahan utama Rainbow Cake:
1. Siapkan 250 gr tepung terigu
2. Kemudian siapkan juga 350 gram gula pasir
3. 10 butir telur
4. 75 ml mentega yang dilelehkan
5. 1 sendok teh vanila bubuk
6. 1 sendok teh garam
7. 1 sendok teh emulsifier (Emulsifier atau zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi serta membantu melembutkan campuran gula dan telur). Anda bisa menggunakan beberapa merk pengemulsi seperti ovalett, alfagell atau baking soda lainnya.
8. Jangan lupa juga sediakan macam-macam pewarna makanan merah, kuning, hijau, biru, ungu dan oranye dengan takaran secukupnya
Cara membuat rainbow cake:
1. Pertama-tama kocok telur yang dicampur gula pasir hingga menjadi adonan yang halus. Kemudian tuang emulsifier perlahan-lahan taburkan vanili bubuk serta garam. Terus kocok adonan telur dan gula pasir tersebut hingga terlihat mengembang. Untuk bisa membuat adonan yang sempurna, anda membutuhkan sebuah mixer untuk mengaduknya.
2. Ambil beberapa sendok adonan kemudian tempatkan pada wadah kecil seperti mangkok atau piring, masukan mentega dan tepung terigu sedikit demi sedikit kemudian diaduk hingga tercampur rata dan sisihkan. Buat hingga menjadi 6 bagian adonan dengan macam-macam warna menggunakan pewarna makanan.
3. Gunakan loyang dengan ukuran diameter 24 cm. Kemudian kukus adonan selama kurang lebih 20-25 menit, angkat dan dinginkan.
4. Susun bolu kukus dengan warna yang diinginkan sesuai selera. Beri olesan Buttercream tipis-tipis (lihat pembuatan buttercream setelah pembuatan rainbow cake dibawah), tumpuk dan beri olesan buttercream.
5. Lapisi semua bagian luar bolu dengan buttercream hingga merata
Beri hiasan sebagai pemanis. Anda bisa menambahkan buah cherry, kismis atau strawberry atau gula-gula pada bagian topping-nya agar terlihat lebih cantik.
Khusus untuk Buttercream yang digunakan sebagai pembungkus rainbow cake agar lebih legit, lembut dan beraroma lemon, maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
Bahan utama Buttercream yang digunakan untuk menghias Rainbow Cake :
1. Siapkan 9 butir telur yang digunakan hanya putihnya saja
2. 350 gram gula pasir
3. 500 gram butter atau mentega tanpa garam
4. 2 sendok teh ekstrak jeruk nipis (lemon) atau air perasan jeruk.
Cara membuat Buttercream Rainbow Cake:
1. Hal yang pertama kali anda lakukan adalah memasak putih telur serta gula yang dicampur didalam panci kecil dengan menggunakan api sedang. Kocok-kocok adonan hingga gula mencair.
2. Setelah gula meleleh bersama putih telur dengan sempurna kemudian pindahkan ke mangkuk dan gunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga adonan menjadi seperti foam atau busa.
3. Masukkan mentega sedikit demi sedikit dan aduk terus selama kurang lebih 10 menit hingga adonan tercampur dengan sempurna.
4. Agar adonan memiliki aroma yang segar, maka hal terakhir yang dilakukan adalah menambahkan ekstrak lemon atau air perasan lemon yang dituang perlahan-lahan sambil di aduk hingga merata.
5. Setelah merata, segera matikan mixer dan kini anda telah memiliki Buttercream yang bisa digunakan untuk menghias Rainbow Cake.
Rainbow Cake / Bolu Kukus Pelangi dengan Buttercream - spektrumdunia.blogspot.com
Nah, kini anda telah berhasil membuat Rainbow Cake cantik karya anda sendiri. Lebih memuaskan bukan dibandingkan dengan membelinya di toko kue. Jika anda telah berhasil membuat Resep cara membuat rainbow cake bolu kukus pelangi cantik warna-warni pada kesempatan kali ini, maka anda bisa mencoba untuk membuat kreasi Rainbow Cake variasi yang lain pada kesempatan berikutnya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Senin, 15 Oktober 2012
Interaksi Sosial ; Definisi, Bentuk, Ciri dan Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Bahan Kuliah SDM. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
Macam - Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23) :
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari
kebudayaan itu sendiri.
2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23) :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) :
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)
